Empat hari di Hotel Vasaka Cawang untuk mengukur titik awal secara jujur, memperbaiki cara mengerjakan soal TPS & Literasi, lalu menyusun ritme belajar yang bisa dilanjutkan sendiri sampai UTBK SNBT 2027.
Menuju hari pertama camp — Sabtu, 19 Desember 2026
Antara Desember 2026 dan hari pelaksanaan UTBK SNBT 2027 tersisa kurang lebih empat bulan. Waktu itu masih cukup untuk mengubah hasil, dengan satu syarat: anak tahu persis apa yang harus dikerjakan dan mengapa.
Masalah yang paling sering kami temui pada siswa kelas 12 bukan kurangnya kemauan. Banyak siswa sudah rajin mengerjakan soal dan mengikuti try out. Yang belum mereka miliki adalah gambaran jelas tentang di mana kebocorannya, subtes mana yang paling membutuhkan perhatian, dan bagaimana membagi empat bulan terakhir supaya tidak habis mengulang hal yang sudah dikuasai.
Motivasi memang muncul di camp ini, terutama pada sesi berbagi bersama alumni. Tetapi motivasi bukan produk utamanya. Yang kami kejar adalah arah: anak tahu ke mana harus melangkah pada hari Rabu setelah camp selesai, dan tahu alasannya.
Pada hari pertama kami juga membuka satu sesi khusus untuk orang tua, terpisah dari sesi siswa dengan topik yang saling melengkapi. Keberhasilan empat bulan terakhir tidak ditentukan oleh anak sendirian, melainkan oleh ekosistem di rumah yang mendampinginya.
Umumnya siswa diminta mengerjakan sebanyak mungkin soal, lalu berharap polanya terbentuk sendiri. Camp ini membalik urutannya.
Try Out Pra-Camp dikerjakan sebelum keberangkatan melalui portal jagoantps.id dengan penskoran berbasis Item Response Theory, sama seperti seluruh try out Jagoan TPS.
Hasilnya bukan angka total, melainkan estimasi kemampuan per subtes — sehingga terlihat apakah hambatan utamanya soal penguasaan konsep, pemahaman bacaan, ketelitian, atau pengelolaan waktu. Hasil ini juga menjadi dasar pembagian kelas.
Empat hari difokuskan pada pola pengerjaan TPS dan Literasi: mengenali bentuk jebakan yang berulang, mengatur alokasi waktu per subtes, membaca teks panjang secara efisien, dan berani melewati soal yang tidak sebanding dengan waktunya.
Kemampuan seperti ini dibangun lewat pengulangan pola, bukan lewat perluasan cakupan materi. Format empat hari yang padat memang bentuk yang sesuai untuk itu.
Selama camp, siswa menjalani pola belajar terjadwal, meninjau ulang kesalahan sendiri, dan menutup hari dengan refleksi singkat.
Ketiganya dilatih agar bentuknya dikenali, lalu bisa disusun ulang dalam ukuran yang masuk akal untuk hari sekolah di rumah. Camp berlangsung empat hari; kebiasaan yang dibawa pulang bekerja selama empat bulan berikutnya.
TPS dan Literasi bukan sebagian dari UTBK SNBT, melainkan keseluruhan komponen yang diujikan di dalamnya. Keduanya menuntut kemampuan bernalar, memahami informasi, membaca secara kritis, dan menggunakan konsep kuantitatif untuk memecahkan masalah.
Latihan tanpa diagnosis awal cenderung lewat begitu saja tanpa meninggalkan jejak. Itulah sebabnya Try Out Pra-Camp diletakkan sebelum camp, bukan sesudahnya.
Ketiganya belajar dalam kerangka materi yang sama, tetapi ditempatkan pada kelas berbeda sesuai kebutuhan dan hasil Try Out Pra-Camp.
Berada pada empat bulan terakhir menuju UTBK SNBT 2027, dengan kebutuhan mempertajam strategi pengerjaan dan menetapkan prioritas latihan yang tersisa.
Selain mempertajam strategi pengerjaan, camp memberi ruang untuk menata kembali ritme persiapan dan mengevaluasi pilihan program studi serta PTN berdasarkan posisi kemampuan terkini.
Ditempatkan dalam satu kelas tersendiri dengan kuota maksimal 15 siswa, sehingga materi dapat disampaikan pada tingkat kedalaman yang sesuai dan tidak bercampur dengan kelas yang sedang menghadapi UTBK tahun ini.
Pembatasan ini bukan soal kapasitas ruangan. Siswa kelas 11 datang dengan pertanyaan yang berbeda dari siswa yang tinggal menghitung empat bulan, dan pencampuran keduanya merugikan keduanya. Peserta kelas 11 disarankan menyampaikan jenjangnya sejak pendaftaran karena kuota kelas ini terisi lebih cepat.
Bobot waktu tiap subtes menyesuaikan hasil Try Out Pra-Camp masing-masing kelompok.
| Tes Potensi Skolastik | |
|---|---|
| Penalaran Umum | Penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif. Membedah struktur argumen dan mengenali kesimpulan yang tidak sah. |
| Pengetahuan & Pemahaman Umum | Kosakata dalam konteks, hubungan antargagasan, dan pemahaman wacana singkat secara cepat. |
| Pemahaman Bacaan & Menulis | Ide pokok, koherensi antarparagraf, serta kaidah penulisan yang paling sering diujikan. |
| Pengetahuan Kuantitatif | Pola bilangan, aljabar dasar, perbandingan, dan geometri terapan dengan penekanan pada jalan pintas hitung. |
| Tes Literasi | |
|---|---|
| Literasi Bahasa Indonesia | Membaca teks panjang secara efisien, menarik simpulan, dan mengevaluasi keberpihakan penulis. |
| Literasi Bahasa Inggris | Strategi menghadapi teks tanpa kamus, penguasaan kata kunci, dan pemetaan struktur bacaan. |
| Penalaran Matematika | Menerjemahkan soal cerita menjadi model matematis, membaca data dan diagram, serta menakar kewajaran jawaban. |
Setiap peserta menerima modul TPS dan Literasi lengkap beserta kunci pembahasan. Modul dibawa pulang dan dipakai sebagai bahan latihan mandiri sampai musim UTBK.
Bagian wajib dari program, dikerjakan sebelum hari pertama camp melalui portal jagoantps.id dengan penskoran berbasis IRT. Hasilnya menjadi skor dasar, bahan rekomendasi strategi personal, sekaligus dasar pembagian kelas.
Try Out Pra-Camp dan Post-Test memakai format yang setara agar hasil keduanya bisa dibandingkan secara proporsional. Perbandingan ini dipakai untuk membaca perkembangan selama camp sekaligus menyusun prioritas belajar setelah pulang. Keduanya sudah termasuk dalam nilai program, begitu pula konsultasi hasilnya.
Check-in dan pembukaan, dilanjutkan sharing session “Ambis yang Terarah” bersama Aisha Inaya, dengan sesi siswa dan sesi orang tua berjalan terpisah. Ditutup dengan sesi pembelajaran pertama.
Sesi materi, diskusi, dan tutoring dalam grup kecil sepanjang hari. Penekanan pada teknik pengerjaan dan manajemen waktu per subtes.
Peninjauan ulang kesalahan bersama tutor, sesi Jalur Langit, serta games dan outdoor activity untuk melatih kerja sama dan pemecahan masalah.
Post-Test untuk mengukur perubahan dari skor awal, konsultasi hasil, dan penyusunan rekomendasi rencana belajar lanjutan sampai musim UTBK.
Susunan harian dapat menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi total jam belajar.
Pola ini bukan sekadar pengaturan jadwal panitia, melainkan bagian dari materi camp: peserta mengalami langsung seperti apa rasanya menjalani hari yang setiap bagiannya punya tempat.
Ritme harian membagi waktu secara jelas antara belajar, makan, aktivitas fisik, ibadah, kebersamaan, konsultasi, dan istirahat. Setiap kegiatan memperoleh tempatnya sendiri, dan tidak ada satu pun yang diizinkan menghabiskan seluruh hari.
Yang diharapkan terbawa pulang adalah prinsipnya, bukan jam-jamnya. Jadwal ini disusun untuk empat hari menginap dan tidak dimaksudkan disalin persis ke hari sekolah.
Di samping strategi dan latihan, camp menyediakan ruang untuk hal yang jarang masuk jadwal belajar. Sesi Jalur Langit berjalan pada hari ketiga, sementara slot ibadah harian berjalan setiap hari sejak dini hari.
Camp ini terbuka untuk peserta dari semua latar keyakinan. Panitia menyediakan ruang dan waktu yang setara pada slot yang sama bagi peserta non-Muslim, serta menyesuaikan kebutuhan ibadah masing-masing. Tidak ada peserta yang diwajibkan mengikuti ibadah yang bukan ibadahnya.
Pola di atas berlaku pada hari-hari penuh. Hari pertama menyesuaikan kedatangan dan sharing session, hari ketiga menyediakan ruang untuk Jalur Langit dan kegiatan luar ruang, hari terakhir untuk Post-Test, konsultasi hasil, dan kepulangan.
Bukan sesi tips masuk fakultas tertentu, melainkan cerita perjalanan dari orang yang pernah berada di posisi yang sekarang ditempati peserta. Dua sesi terpisah, masing-masing sekitar 70–75 menit, dimoderatori Kang Didin.
Merancang perjalanan, bukan sekadar mengejar kampus impian. Bagaimana membedakan ambisi yang terarah dari ambisi yang sekadar sibuk, memilih kegiatan yang layak diperjuangkan sekaligus berani melepas yang lain, dan tetap punya alasan untuk bertahan ketika lelah.
Peserta pulang membawa satu keputusan konkret yang dimulai keesokan harinya.
Apa yang sebenarnya dibutuhkan anak berprestasi dari orang tuanya. Kapan sebaiknya mendorong dan kapan menahan diri, mengapa anak yang terlihat kuat dari luar pun mengalami keraguan, dan mengapa titik paling rapuh justru sering muncul setelah anak diterima di kampus impiannya.
Sesi ini bersifat bercerita, bukan daftar standar orang tua ideal.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2022, baru menyelesaikan jenjang Sarjana Kedokteran dan kini menjalani masa koasistensi.
Aisha adalah salah satu siswa yang didampingi Kang Didin sejak persiapan SBMPTN. Di sesi ini ia bercerita dari sisi yang jarang dibahas: bagaimana rasanya menjadi anak yang ambisius, apa yang membuatnya bertahan, dan apa yang ia harap orang tuanya ketahui lebih awal.
Sesi orang tua terbuka untuk ayah dan ibu peserta, diselenggarakan pada Sabtu, 19 Desember 2026 di lokasi camp. Detail waktu dan ruangan dikirimkan kepada peserta terdaftar menjelang hari pelaksanaan.
Sharing Session
Diskusi & Tutoring
Jalur Langit
Games & KebersamaanTidak ada biaya tambahan selama camp berlangsung.
Program reguler Jagoan TPS untuk kelas 12, termasuk Scholastic Sprint Track, mengunci kalendernya di depan dan sengaja mengosongkan periode 19 Desember sampai 3 Januari sebagai jeda libur akhir tahun. Camp ini jatuh persis pada jeda itu, sehingga peserta program reguler tidak perlu memilih antara keduanya.
Kemampuan bernalar dibangun melalui pengulangan berbulan-bulan, dan itu pekerjaan program reguler. Yang dikerjakan camp adalah hal lain: menetapkan titik ukur, memperbaiki cara pengerjaan secara terpusat, dan membentuk ritme harian dalam waktu singkat. Kami menyampaikannya terus terang agar tidak ada yang berharap empat hari dapat menggantikan proses yang memang menuntut waktu.
Try Out Pra-Camp dan Post-Test memakai penskoran berbasis IRT melalui portal jagoantps.id, sama seperti seluruh try out program reguler. Materi dan pendampingan berjalan di bawah supervisi Kang Didin bersama Tim Pengajar Jagoan TPS dan Score99. Peserta yang belum bergabung pada program mana pun memperoleh rekomendasi lintasan lanjutan pada sesi konsultasi hasil di hari terakhir.
Empat hari ini adalah titik ancang-ancang, bukan garis finis. Yang menentukan hasil tetap apa yang dikerjakan pada empat bulan sesudahnya.
Jagoan TPS menyusun materi, kurikulum, dan strategi pembelajaran. Score99 Digital Tuition Center menangani eksekusi dan operasional di lapangan.

Lebih dari 25 tahun mengajar TPS dan matematika, mendampingi siswa menuju PTN dari era SPMB hingga UTBK SNBT. Penanggung jawab akademik sekaligus moderator sharing session.

Alumni bimbingan SBMPTN 2022 yang kini menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Membawakan sesi siswa dan sesi orang tua pada hari pertama.

Menangani operasional camp, penjadwalan, akomodasi, dan koordinasi peserta selama empat hari kegiatan berlangsung.
Membawakan sesi pembelajaran TPS dan Literasi dalam grup kecil, memandu review kesalahan, dan menyusun rekomendasi belajar lanjutan bersama peserta.
Edisi perdana Holiday Camp berjalan untuk persiapan SNBT 2026. Format edisi 2027 disusun dari hasil evaluasi camp sebelumnya, terutama pada porsi diagnosis awal dan tindak lanjut setelah camp usai.
Dibatasi supaya setiap kelas tetap berisi maksimal 15 siswa. Kuota peserta kelas 11 dibatasi 15 siswa dalam satu kelas tersendiri. Kursi dialokasikan berdasarkan urutan penyelesaian pendaftaran.
Tanya Ketersediaan KursiSeluruh komponen program berada dalam satu harga. Tidak ada biaya tambahan yang muncul di tengah jalan.
Booking slot mengamankan kursi sampai batas pelunasan sekaligus mengunci harga Early Bird. Nilainya diperhitungkan sebagai bagian dari biaya program, bukan biaya tambahan. Pelunasan yang mengonfirmasi kepesertaan.
| Tahap | Nilai & Batas Waktu |
|---|---|
| Booking slot | Rp 1.000.000 — paling lambat 10 November 2026, untuk mengunci harga Early Bird |
| Pelunasan | Sisa biaya program — paling lambat 26 November 2026 |
| Keterlambatan | Booking slot hangus, kursi dialihkan kepada siswa lain |
Booking slot yang diterima paling lambat tanggal tersebut mengunci harga Rp 5.400.000, meskipun pelunasan diselesaikan setelahnya. Lewat dari itu, berlaku harga Rp 6.500.000.
Bila masih menimbang, kami mempersilakan berkonsultasi lebih dahulu tanpa keharusan mendaftar.
Data ini dipakai untuk menyiapkan kursi, menentukan kelas, dan membuat akun Try Out Pra-Camp.
Jam operasional admin: Senin sampai Sabtu, pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.
Lokasi camp
Hotel Vasaka Cawang, Jakarta Timur.
19–22 Desember 2026 (Sabtu–Selasa). Check-in Sabtu pagi, check-out Selasa siang.
Basecamp Jagoan TPS
Rumah Tumbuh Jagoan TPS, Jalan Tebet Timur Dalam Raya Nomor 57C, Jakarta Selatan.
Tetapi empat hari yang tepat, di titik yang tepat dalam kalender, dapat menentukan bagaimana empat bulan berikutnya dijalani. Itu yang kami tawarkan: bukan jaminan angka, melainkan arah yang jelas dan cara kerja yang bisa dilanjutkan sendiri.
Kami menantikan kehadiran putra dan putri Bapak dan Ibu di Hotel Vasaka Cawang pada 19 Desember 2026.
Mulai Pendaftaran